Sempat yang Tak Sempat

 Sempat, aku berpasrah jika rindu tak lagi terucap dari mulutmu

Sempat, rindu menjelma taring dan merobek-robek waktu

Tumbuhnya semakin liar mengalahi semak belukar

Kamu mencariku di dalam pikiranmu

Lalu yang muncul adalah ego

Yang benar adalah kau harus mencariku di dalam hatimu

Maka perasaanmu akan muncul aku

Sempat, aku berpikir

Bahwa memecahku akan menemukanmu

Memakan daging akan menyisa pada tulang

Namun mencintaimu akan sampai hingga ke tulang


Kopi menjadi penengah yang tak benar-benar membuat kenyang

Dan rokok menjadi rutinitas yang tak benar-benar menyempurnakan kenyang

Mungkin tak usah perlu sempurna sebab aku pun tak ingin usai dengan kata sempurnamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN OBSERVASI POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA WARGA DUKUH SUTOREJO SURABAYA

1 Tahun yang Sia

15 Menit Terbatas